hwinfo32 merupakan software yang
digunakan untuk mengetahui spesifikasi dari komputer secara mendetail, mulai
dari informasi seputar Prosesor, VGA, Mother Board, Harddisk, Bios, Clock
Prosesor, Monitor, Memory dll. Semua informasi yang diberikan sangat lah
penting dan berharga, terutama bagi kamu-kamu yang akan atau telah membeli
produk komputer seperti CPU, Laptop, Netbook dll agar kamu terhindar dari
penipuan.
Selain fitur yang ada diatas
software ini juga dilengkapi dengan sensor suhu yang menginformasikan
temperatur komputer anda sekarang, suhu minimum dan suhu maksimum yang
berfungsi untuk memonitor/memantau agar komputer anda tidak mengalami overheat,
akibat dari temperatur suhu yang sangat panas.
Software ini juga mempunyai fitur
untuk melakukan Benchmark yang fungsinya untuk
mengoptimalkan kinerja dari komputer anda supaya performanya bisa ditambah
menjadi lebih baik.
Penjelasan Sekilas :
Cpu ->
pemberitahuan tentang prosesor yang di gunakan.
Cores ->
informasi tentang fungsi 2 kinerja cpu yang termasuk dalam dalam 1 cpu atau
dengan kata lain
pada 1 prosesor memiliki 2 inti.
Logical -> informasi tentang fungsi kinerja cpu atau dalam kata lain dalam
1 inti memiliki 2 logical.GPU
Grapich Processing Unit (-----------)
merupakan informasi periferal bawaan dari motherboard
atau on board.
Single Chanel : menjelaskan tentang banyaknya
jumlah memory yang di pakai dengan
jumlah jalur yang di
pakai dalam proses
kinerja transfer data dari memory tersebut.
Contoh 1 memory 1 jalur, 2 memory 1 atau 2 jalur yang di
gunakan(dual memory).
Check Now -> memeriksa apabila terjadi error pada
sebuah file.
Defragment -> berfungsi sebagai pengatur atau penyusun
berkas yang sebelumnya tidak beraturan atau
berantakan.
Back Up -> membuat file cadangan pada local disk tertentu.
Membuat partisi baru ->
- Buka Windows Explorer.
- Kemudian klik kanan pada “Computer”, klik “Manager”.
- Muncul jendela Computer Management pilih “Storage” lalu klik “Disk Management”.
- Untuk menambah partisi, kamu harus memperkecil ukuran partisi Drive C dulu, baru kemudian bikin partisi baru. Klik kanan pada Drive C: kemudian klik “Shrink Volume”.
- Selanjutnya Disk Management akan melakukan kueri terhadap drive C. Tahap ini biasanya akan memakan waktu yang durasinya tergantung kapasitas drive C.
- Kemudian muncul jendela Shrink C. Kamu bisa memasukan besarnya partisi yang akan dibuat.
- Pada artikel ini, besar partisi yang dimasukkan adalah 10000. Masukkan pada bagian “Enter the amount of space to shrink in MB”. Usahakan ukuran partisi yang bakal dibuat tidak melebihi kapasitas yang tertera pada “Size of available shrink space in MB” minimal dalam membagi ada space 10 GB.
- Setelah itu, hard disk akan terbelah jadi 2. Muncul pula keterangan “Unallocated”.
- Langkah selanjutnya adalah memformat partisi baru itu. Klik kanan pada partisi (unallocated) kemudian pilih “New Simple Volume”.
- Muncul jendela Welcome… klik “Next”.
- Muncul jendela Specify Volume Size. Di sini kamu bisa menentukan jumlah besarnya hard disk akan akan diformat. Langsung saja klik “Next”.
- Muncul jendela Assign Driver Letter or Path. Di jendela ini kamu menentukan huruf drive untuk partisi. Biarkan saja apa adanya. Klik “Next”.6. Selanjutnya muncul jendela Format Partition. Tentukan sistem file untuk partisi—NTFS atau FAT. Pilih NTFS saja—karena pakai FAT kapasitas transfer data terbatas, Jangan lupa kasih label juga. Klik “Next”.
- Muncul halaman yang menampilkan pengaturan yang sudah kita buat. Periksa dulu sebelum klik “Finish”. Kalau ada yang salah, klik “Back”.
- Setelah proses pembuatan dan format partisi selesai, periksa Disk Management. Kamu juga bisa memeriksa di Windows Explorer. Pastikan ada drive baru.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar